Author Archive

Stage

29

01 2010

Legong Kreasi ”Karna Gugur”

Legong Kreasi ”Karna Gugur”

Produksi GEOKS-Singapadu/Gianyar

Karya: I Wayan Dibia

Jumat, 8 Januari 2010

Di GEOKS-Singapadu/Gianyar

legong
Legong kreasi ”Karna Gugur” adalah sebuah karya Palegongan. dengan lakon gugurnya Adipati Karna dari cerita Bharata Yudha. Dalam garapan ini kisah gugurnya Karna dicoba untuk disajikan secara lebih simbolis sesuai konsep dan prinsip estetik Palegongan.

Sinopsis
Setelah gugurnya Resi Drona di tangan Drestajumena, Prabu Duryadana mengangkat Adipati Karna sebagai senapati Korawa. Di pihak Pendawa, Prabu Yudhistira menugaskan Arjuna untuk menghadapi Karna. Guna mencegah terjadinya perang antara dua ber-saudara ini, diam-diam Dewi Kunti mendatangi Karna sambil membujuknya agar mengurungkan niatnya untuk maju ke medan laga menghadapi Pendawa. Permintaan Kunti ditolak oleh Karna yang dengan tegas mengatakan bahwa dirinya telah siap untuk menghadapi Arjuna. Bagaikan telah menjadi kehendak Dewata, Karna akhirnya tewas di medan Kurukasetra di tangan Arjuna.

Karya Palegongan ini terdiri atas 4 (empat) bagian:
1.    Masa jeda perang, pasukan Korawa tiba-tiba digegerkan oleh dibunuhnya Resi Drona oleh Drestajumena. Sebagai penggan-tinya, Duryadana menunjuk Karna sebagai senapati.
2.    Kegelisahan para Pendawa, terutama Dewi Kunti, setelah mendengar penetapan Karna sebagai senapati Korawa.  Atas saran Sri Kresna, Yudhistira menunjuk Arjuna untuk mengha-dapi Karna.
3.    Percintaan Karna dengan istrinya Dewi Sruti Kanti menjelang saat perang tiba. Di keheningan malam muncul bayangan Bhagawan Ramaparasu yang mengutuk Karna di masa lalu. Karna kemudian dikagetkan oleh datangnya Dewi Kunti yang membujuk Karna agar membatalkan niatnya menjadi senapati Korawa. Karna menolak permintaan ini sembari meminta Kunti untuk meninggalkan kemahnya.
4.    Perang (di atas kereta) antara Karna (dengan kusir Prabu Salya) dengan Arjuna (dengan kusir Prabu Kresna) yang berakhir dengan tewasnya Karna.

Karya Palegongan ini diiringi dengan gamelan Semar Pagulingan tujuh nada (saih pitu) dari Sanggar Pulo Candani Wiswakarma, Batubulan di bawah pimpinan I Ketut Pradnya (Sraya Bali Style), dengan pembina dan pelatih tabuh I Nengah Susila.

Para Penari:
G.A. Savitri, Diah Yeti Mahayani,  Nyoman Wahyu Adi Gotama, Rima Febriana, Komang Septi Ariati, Luh Gede Candra Pratiwi, Made Liza Anggara Dewi, G.A. Sri Widyan Ningsih, Nengah Ari Wijayani, Diah Nava Utaminingsih, Luh Indrayanti, Anik Duasti Hartini, Komang Tri Paramityaningrum, I A. Ratih Wagiswari, Putu Sinta Ulantari, Ketut Yuli Ardyanthi, Wayan Okta Ningsih, Wayan Nismahayati, G.A Tirta Rasmanik

Para Penabuh:
Wayan Lastyaga Satwika, Made Yogi Satya Satwika, Komang Swakarma Satwika, Ketut Pertiwi Satwika, Komang Apti Lestari, Luh Trisna Dewi, Ketut Kristiani, Luh Sri Jayanti, Kadek Nonok, Komang Trilokya, Komang Yogi Purwanta, Kadek Aristyawan, Komang Agustyawan, Komang Wiwin, Made Dwi Paramita, Komang Yogga Trisna Putra, Made Ari Bagas, Nengah Susila, Komang Arimbawa, Paula, Komang Tapa Yasa, Nengah Susila.

Juru Tandak:
I Ketut Kodi

Staff Produksi:
Penanggung Jawab Umum:
I Wayan Sudana

Koreografer: I Wayan Dibia
Asisten: Cokorda Istri Putra Padmini, Ni Wayan Suartini.

Komposer: I Wayan Dibia
Asisten: I Nengah Susila

Penata Rias dan Busana:
Ni Made Wiratini, Cokorda Istri Putra Padmini, Ni Wayan Suartini,
Ni Nyoman Mulyati.

Penata Panggung:
I Wayan Susila
I Wayan Budarma

Penata Lampu:
Lila dan Mang Tri
Stage Manager:
Ngurah Sudibya
Publikasi dan dokumentasi:
I Dewa Darmawan, Alit Widusaka.

29

01 2010

Tari dan Musik Garapan Baru

TARI DAN MUSIK GARAPAN BARU
Kamis, 7 Januari 2010
Di GEOKS-Singapadu/Gianyar

Stage

Bonekaku

BonekaKu

Karya : Arsa Wijaya
Dia adalah temanku, Dia juga sahabatku, Dia tempat curhatku.
Penari        : Arsa Wijaya
Iringan       : Eny A

Semaya

semaya2

Karya Agus Onet- Diah Yeti
Lahirnya si buah hati, saat untuk berbuat janji . . . . Seberat apa-pun, janji harus ditepati.
Penari: Agus Onet- Diah Yeti
Iringan: Ari Wijaya

BeLaDu

BeladuKarya: Ngurah Mahardika dan Balot
Dialog bunyi dan ritme melalui jimbe, tabla, udu, dan kata-kata.
Pemain: Ngurah Mahardika, Balot.

Banci

Gung RamaKarya:  Anak Agung Gede Rahma Putra
Budaya banci, laki dan perempuan, jahat dan jujur, penjahat dan pejabat,
semua kabur dan membaur.  Aku tak rela budaya banci menjadikan diriku seorang banci.
Penari: Gung Rahma
Musik : Ari Wijaya

”Sang Anggut”

sanguutAngguk sana angguk sini, ngadu sana ngadu sini, untung di sana untung di sini.
Begitulah prilaku seorang “sangut” pencari keuntungan di atas permasalahan orang lain.
Jika kesadaran tiba, ia harus menanggung segala akibat dari perbuatannya.
Karya: Adi Siput
Penari: Adi Siput, Agus Yustika, Galih Cuby.

LAYANGE  SI EMBOK

Si Embok2Sebuah persembahan untuk orang terhebat dalam hidupku . . .. . I b u k u. Karya: Joko Sudibyo

Sepedaku

sepedaMusik tidak hanya sebuah jalinan melodi, yang tidak bermelodi juga musik.
Musik bukan hanya lahir dari alat musik, benda dan peralatan lainpun bisa melahirkan musik.
Musik adalah bahasa universal yang dapat dijadikan media komunikasi dengan siapa saja.
Karya: I Wayan Gede Putra Wirawan ”De Koh”
Pendukung: I Kadek Suparma, I Made Sandey Yasa.

Our Voice

Our VoiceKarya: Sefi
Perbedaan ”suara” bukanlah halangan untuk saling isi mengisi dalam kehidupan.
”Suara” yang akan kau kumandangkan akan menjadi inspirasi bagi ”suara” yang aku kumandangkan.
Pemain: Dek Geh, Sefi, Kristin, Jasmine, dan Benteng.

28

01 2010